Minggu, 29 Mei 2016

Tugas Kelompok Softskill (Akuntansi Internasional)

Tugas Kelompok Softskill (Akuntansi Internasional)
Kelompok dari Kelas 4EB23  :
o   Adi Nurohmandana                (20212182)
o   Dwianto Khristiano                (22212316)
o   Elena Carfin                            (22212449)
o   Mird Fahmi                             (24212597)
o   Reivinza Aldiv Alamsah         (26212096)

SEJARAH INFLASI NEGARA CHINA

Ø   Sejarah Negara Cina
Cina merupakan nama dari daerah budaya dan pemukiman turun temurun dari budaya kuno sejak zaman dahulu sampai sekarang yang termasuk negara di Asia Timur. Salah satu peradaban tertua di dunia adalah peradaban Cina, yaitu terdiri atas sejarah Cina dan budaya beberapa negara yang ada sejak 6 milenia.
Berdasarkan sejarah Cina, perang saudara terakhir di sini berakhir dengan jalan buntu. Akibatnya, terbentuklah dua negara dengan dua nama Cina, yaitu Republik Rakyat Cina (lebih dikenal dengan nama Cina dan kekuasaannya di wilayah Cina daratan, Hongkong, dan Makau) dan Republik Cina (lebih dikenal Taiwan) dengan kekuasaan di Pulau Taiwan serta pulau-pulau sekitarnya. Tapi, sebagian besar negara lain beranggapan bahwa daerah yang diperintah oleh Taiwan adalah bagian dari Republik Rakyat Cina. 
Sampai saat ini, Cina adalah peradaban paling tua di dunia. Hal ini terlihat dari sistem penulisan yang konsisten dari dulu sampai sekarang. Selain itu, banyak penemuan penting yang berasal dari peradaban Cina kuno, misalnya kertas, kompas, serbuk mesiu, dan lain-lain. Inilah sejarah Cina dengan peradabannya. 
Sejarah Cina diawali ketika manusia modern tiba pertama kali di Cina dari Asia Tengah sekitar 50.000 SM. Mereka adalah manusia Zaman Batu yang tinggal di gua-gua bersama anjing mereka. Mereka memenuhi kebutuhan makanan dengan cara berburu dan meramu. 
Pada 4000 SM, penduduk Cina mulai menanam padi serta beternak biri-biri dan ayam. Pada 3000 SM, mereka bahkan telah menggunakan gerabah dan tinggal di rumah. Dari orang Asia Tengah, penduduk Cina belajar memanfaatkan kuda untuk menarik kereta beroda. Orang Cina memasuki Zaman Perunggu pada 2000 SM. Saat itu mereka sudah mempergunakan tulisan.
Sejarah Cina pada Masa Kekuasaan Dinasti
Sekitar 1800 SM, Dinasti Shang menaklukkan sebagian besar wilayah Cina dan memerintah negeri tersebut di bawah seorang kaisar. Sejak saat itu, sejarah Cina dicatat menurut dinasti-dinasti yang berkuasa. Pada 1100 SM Dinasti Chou menaklukkan Cina. Pada masa ini, yaitu sekitar 700 SM, para pandai besi Cina belajar membuat peralatan dan senjata dari besi. Masa tersebut juga merupakan zaman Konfusius. Namun, pada 481 SM Cina terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang saling berperang. Kejadian ini adalah catatan sejarah Cina yang sangat penting. Pada 221 SM, Dinasti Cina berhasil menyatukan Cina kembali. Mereka bahkan membawa kejayaan Cina melebihi masa-masa sebelumnya. Bukti kebesaran Dinasti Ch’in masih bisa dilihat hingga saat ini, yaitu Tembok Besar Cina (bukti sejarah Cina yang mengagumkan). 
Dinasti Ch’in berumur pendek. Mereka digusur oleh Dinasti Han pada 202 SM. Dinasti Han meraih banyak keberhasilan. Mereka berdagang sepanjang Jalur Sutera dengan orang-orang Persia dan Romawi. Mereka juga menyerang India dan ketika kembali membawa ajaran Buddha ke Cina. Pada 220 M, Cina kembali terpecah. Kali ini Cina terbagi menjadi tiga kerajaan.
Pada 581 M, seorang jenderal bernama Wen Ti berhasil menyatukan tiga kerajaan tersebut dan mendirikan Dinasti Sui. Putra Wen Ti, Yang Ti, memerintahkan penggalian kanal besar yang menghubungkan Sungai Kuning dan Sungai Yangtze. Namun, Yang Ti terbunuh pada 618 M, dan penguasa berikutnya mendirikan Dinasti Tang.
Pada 618 M, di bawah Dinasti Tang, kota-kota di Cina mulai tumbuh. Pajak dan perdagangan diorganisasi dengan lebih baik. Wilayah Cina makin luas, dan bahkan lebih luas daripada Cina saat ini. Namun, sejumlah perang saudara melemahkan Dinasti Tang. 
Pada 960 M, Dinasti Sung mengambil alih Cina. Mereka menghadapi banyak masalah, di antaranya penyerbu dari Asia Tengah yang mengganggu Jalur Sutera. Para pedagang kemudian beralih ke selatan, yaitu India.
Pada 1279 M, bangsa Mongol menyerbu dari Asia Tengah dan menaklukkan Cina. Bangsa Mongol memerintah Cina di bawah Genghis Khan dan dilanjutkan oleh Kublai Khan. Mereka mendirikan Dinasti Yuan, yang daerah kekuasaannya meliputi Asia Tengah, India, Asia Barat, dan Eropa Timur. Namun, pada 1330 M, penduduk yang mendiami wilayah Kekaisaran Mongol terserang wabah penyakit. Kerajaan Mongol pun tercerai-berai.
Sejarah Cina menyebutkan bahwa Dinasti Ming mengambil alih kekuasaan pada 1368 M. Dinasti Ming mencapai puncak kekuasaannya pada awal abad ke-15. Pasukan Cina kembali menaklukkan Annam, wilayah Vietnam saat ini.  Sementara itu, armada laut Cina berlayar mengarungi Laut Cina dan Samudra Hindia. Mereka menjelajahi lautan hingga pantai timur Afrika. Dinasti Ming melemah akibat perang berkepanjangan melawan bangsa Mongol dan penyerangan kota-kota pesisir oleh bangsa Jepang.
Pada 1644 M, orang-orang Manchu merebut Beijing dan mendirikan dinasti kekaisaran terakhir, Dinasti Qing. Penguasa Manchu meluaskan pengaruhnya hingga ke Xinjiang, Tibet, dan Mongolia. Namun, pada abad ke-18 kekuasaan Dinasti Qing mulai melemah. Cina terlibat dalam Perang Candu melawan Inggris pada 1840 M. Cina bahkan harus menyerahkan Hong Kong kepada Inggris pada 1842 M. Penguasa Dinasti Qing juga harus menghadapi beberapa pemberontakan, di antaranya Pemberontakan Taiping, Nien, Panthay, dan Boxer. Akhirnya, Revolusi 1911 M yang dipimpin Sun Yat-sen menjungkalkan Dinasti Qing dan mengakhiri monarki feodal Cina yang telah berusia 2.000 tahun.
Sejarah Cina: Republik Cina.
Pada 12 Maret 1912, pemerintahan sementara Republik Cina terbentuk di Nanjing. Sun Yat-sen terpilih sebagai presiden. Namun, sebagai bagian dari perjanjian agar penguasa Qing mau mundur, Sun Yat-sen terpaksa menyerahkan kekuasaan kepada Yuan Shikai, mantan perdana menteri pemerintahan Qing. Inilah awal mula sejarah Cina yang berhubungan dengan pembentukan Republik Cina. Khawatir akan timbulnya pemberontakan, Yuan Shikai mundur pada Maret 1916 dan meninggal pada Juni di tahun yang sama. Kosongnya kekuasaan mengakibatkan Cina tercerai-berai. Setiap wilayah menjadi daerah kekuasaan panglima-panglima perang yang saling bersaing.
Sejarah Cina: Perseteruan KMT dan PKC
Perseteruan KMT dan PKC juga tercatat dalam sejarah Cina. Pada 1920-an, Sun Yat-sen bermaksud menyatukan Cina kembali dan mendirikan basis perjuangannya di Cina selatan. Dengan bantuan Uni Soviet, dia bersekutu dengan Partai Komunis Cina (PKC). Setelah Sun Yat-sen meninggal pada 1925, penerusnya, Chiang Kai-shek berhasil menguasai sebagian besar Cina di bawah bendera Kuomintang (KMT) yang berhaluan nasionalis. Saat itu, PKC juga mulai berusaha menanamkan pengaruhnya sehingga bersaing dengan KMT.
Pada 1927 M, Chiang mengejar tentara PKC dan mendesak mereka dari basis-basis komunis di Cina selatan dan timur. Pasukan PKC terpaksa mengadakan long march ke daerah barat daya dan mendirikan basis gerilya di Provinsi Yan’an dan Shaanxi. Selama long march ini, muncul pemimpin PKC yang baru, Mao Zedong.
Sejarah Cina: Republik Rakyat Cina
Bagian dari artikel ini membahas sejarah Cina yang berhubungan dengan berdirinya Republik Rakyat Cina. Setelah sempat bersatu menghadapi Jepang antara 1937 – 1945, KMT dan PKC kembali bermusuhan setelah Perang Dunia II berakhir. Pada 1949, PKC keluar sebagai pemenang dan menjadi penguasa tunggal di Cina daratan. Republik Rakyat Cina secara resmi berdiri pada 1 Oktober 1949 dengan ibu kota Beijing. Kuomintang kemudian menyingkir ke Taiwan. Itulah paparan tentang sejarah Cina yang panjang dan sangat beragam.

Ø    Inflasi yang Terjadi di  Negara China
Republik Rakyat China mengalami masa inflasi terparah pada tahun 1948-49. Memaksa bank sentral dari sebuah wilayah regionalnya yaitu provinsi Xinjiang mengeluarkan mata uang dengan nominal 6.000.000.000 Yuan pada tahun 1949.
China yang kini masuk negara dengan perekonomian terkuat pernah mengalami hiperinflasi. Negara ini  mengalami hiperinflasi pada Oktober 1947 hingga Mei 1949 dengan tingkat inflasi 14%. Kondisi ini membuat harga meningkat dua kali lipat setiap lima hari, 8 jam. Hiper inflasi China terjadi setelah Perang Dunia II. Kala itu China terbagi oleh perang saudara. Nasionalis dan Komunis berjuang untuk mengontrol negara dan bersaing dalam proses memperkenalkan mata uang, meninggalkan sistem moneter China terfragmentasi di 1948.
Dapat dilihat dari media massa di Hongkong SAR seperti The Standard, South China Morning Post, dan Financial Times pada pertengahan Desember 2007 ramai memberitakan inflasi China yang mencapai 6,9 persen (Oktober 2006-Oktober 2007). Angka ini merupakan angka tertinggi sejak 11 tahun terakhir.
Tingkat Inflasi Ringan pada Tahun 2013 di Negara China
Tingkat inflasi di China pada 2013 hanya 2,6 persen, jauh di bawah target yang ditetapkan pemerintah sebesar 3,5 persen. Angka untuk indeks harga konsumen (CPI), merupakan ukuran utama inflasi yang dirilis Biro Statistik Nasional (NBS) China pada 2012, tidak berubah. Analis secara luas menyambutkan statistik menunjukkan outlook harga stabil dan kesempatan untuk mengurangi pengetatan moneter.
Inflasi telah melambat sejak 2011, ketika CPI tahunan naik menjadi 5,4 persen. Ini adalah tahun kedua data inflasi datang melemah setelah ekonomi China menunjukkan beberapa tanda-tanda kekuatan dalam paruh kedua tahun lalu (setelah pertumbuhan melambat selama enam bulan pertama). Untuk Desember, inflasi datang di angka 2,5 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, dan melambat dari angka tahun-ke-tahun (yoy) pada November 2013, sebesar 3,0 persen.
Hasil Desember sama dengan peningkatan rata-rata 2,5 persen yang diperkirakan 13 analis dalam survei yang dilakukan Dow Jones Newswires. Ekonom Bank of America Merrill Lynch, Ting Lu Zhi dan Xiaojia mengatakan, angka CPI menjadi pertanda baik untuk mengelola kondisi likuiditas di China yang fluktuatif tahun lalu. "Inflasi yang terjaga akan mendukung (kebijakan) moneter netral daripada pengetatan," kata mereka, dalam sebuah catatan penelitian, seperti dilansir dari AFP, Kamis (9/1/2014).
Mereka menekankan bahwa pasar dalam dua bulan terakhir telah menunjukkan keprihatinan mengenai apakah bank sentral (PBOC) akan memperketat pasokan kredit jika CPI naik mendekati sasaran pemerintah 3,5 persen. "Dengan demikian kita percaya inflasi CPI di bawah 3,0 persen bisa menjadi kabar baik bagi pasar, dimana pengetatan moneter tidak dibenarkan," tegas mereka.
Menurut NBS, indeks harga produsen China (PPI), yang mengukur harga barang di pabrik menurun 1,9 persen pada 2013. PPI juga turun 1,4 persen yoy pada Desember, melanjutkan serangkaian penurunan panjang. Perekonomian China kemungkinan akan tumbuh 7,6 persen pada 2013, menurut sebuah laporan pemerintah yang dikutip oleh media setempat bulan lalu, sedikit di atas target resmi negara itu dan hanya di bawah angka 7,7 persen pada 2012 (kinerja terburuk dalam 13 tahun).
Sebagai hasilnya, secara keseluruhan di sepanjang tahun 2014, inflasi China tercatat mencapai 2 persen, di mana tingkat tersebut tercatat turun sebesar 0,6 poin dibanding tahun sebelumnya. 
BEIJING - Angka inflasi di China pada April 2015 naik moderat sebesar 1,5% sebagai tanda penurunan harga dalam 37 bulan berturut-turut. Hal ini disampaikan Biro Statistik Nasional China dalam laporannya.
Tingkat Inflasi Ringan Kembali Terjadi Pada Tahun 2016 di Negara China
Inflasi China meningkat jadi 2,3 persen di bulan Februari, didorong oleh peningkatan harga-harga barang pangan, namun masih dibawah target resmi pemerintah untuk tahun ini.
Harga-harga konsumen sebagaimana dilaporkan pada hari Kamis meningkat 1,8 persen dibandingkan bulan Januari. Harga-harga bahan pangan meningkat 7,3 persen, naik dari peningkatan bulan sebelumnya sebesar 4,1 persen.
Inflasi diperkirakan akan berangsur-angsur meningkat tahun ini, meskipun analis mengatakan tampaknya tidak mungkin untuk menyentuh tingkat yang akan menghambat rencana para pemimpin China untuk mendorong belanja pemerintah untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Minggu lalu pemerintah telah menentukan target resmi inflasi untuk tahun ini sebesar 3 persen.
“Melonjaknya inflasi bahan pangan bulan lalu bersifat musiman dan terbukti tidak akan bertahan lama,” ujar Julian Evans-Prichard dari Capital Econmics dalam sebuah laporan. 
“Tekanan-tekanan harga di tempat lain mungkin akan mulai terasa dalam kuartal mendatang namun seyogyanya tidak akan bertahan lama hingga dapat menghambat pelonggaran kebijakan.”
Harga-harga dari produsen, yang telah mengalami kemerosotan lebih dari tiga tahun, mengalami kemerosotan sebesar 4,9 persen di bulan Februari dibandingkan tahun sebelumnya, sedikit perbaikan dibandingkan kemerosotan bulan lalu yang berada dalam posisi 5,3 persen.
Harga-harga produsen, melakukan pengukuran saat barang meninggalkan pabrik, telah mengalami tekanan yang disebabkan oleh surplus kapasitas produksi dari sektor-sektor industri seperti besi baja, batubara, semen, dan aluminum selain juga rendahnya harga-harga komoditas di tingkat global. 
Kondisi ini telah menyebabkan beberapa perusahaan bangkrut dan mendorong para produsen besi baja untuk mengekspor surplus produksi mereka, yang membuat kesal para mitra dagang China.
Pemerintah sedang berada di tengah-tengah kampanye untuk mengurangi tingkat produksi besi baja dan batu bara dan menyatakan bidang-bidang lain akan menjadi sasaran juga.
Ø   Kategori Inflasi Negara China
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga - harga secara umum dan terus - menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapatdisebabkan oleh berbagai faktor.
Kategori inflasi :
·                     Inflasi Ringan : kurang dari 10% per tahun
·                     Inflasi Sedang : antara 10% sampai 30% per tahun
·                     Inflasi Berat : antara 30% sampai 100% per tahun
·                     Hiperinflasi : lebih dari 100% per tahun
Siapa sangka China yang kini masuk negara dengan perekonomian terkuat pernah mengalami hiperinflasi. Negara ini  mengalami hiperinflasi pada Oktober 1947 hingga Mei 1949 dengan tingkat inflasi 14%. Kondisi ini membuat harga meningkat dua kali lipat setiap lima hari, 8 jam. Hiper inflasi China terjadi setelah Perang Dunia II. Kala itu China terbagi oleh perang saudara. Nasionalis dan Komunis berjuang untuk mengontrol negara dan bersaing dalam proses memperkenalkan mata uang, meninggalkan sistem moneter China terfragmentasi di 1948.
Namun angka inflasi di China pada April 2016 sebesar 2,3% sebagai tanda penurunan harga dalam beberapa bulan terakhir berturut-turut, yang tergolong sebagai kategori “INFLASI RINGAN”.
Description: Description: China Inflation Rate

Ø   Cara Mengatasi Inflasi Menurut Kelompok
Menurut Kelompok kami ada 2 kebijakan dalam mengatasi masalah yaitu dengan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, berikut beberapa cara dalam mengatasi Inflasi di Negara Cina dengan beberapa hal yaitu :
1.      Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah melalui Bank Sentral sebagai pemegang otoritas moneter yang berkaitan dengan pengendalian jumlah uang beredar dan pengaturan tingkat suku bunga dan kredit.
Kebijakan moneter biasanya lebih efektif untuk mengatasi masalah inflasi dari pada untuk mendorong ekspansi kegiatan ekonomi pada jangka pendek. Hal tersebut disebabkan inflasi dapat diatasi dengan mengendalikan permintaan total masyarakat melalui pengurangan jumlah uang beredar.
Dalam kebijakan moneter melalui Bank Sentral untuk mengatasi masalah inflasi adalah sebagai berikut.
1.         Operasi Pasar Terbuka atau Open Market Operation
Operasi pasar terbuka adalah usaha atau tindakan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membeli atau menjual surat berharga milik negara. Kegiatan penjualan surat berharga ini akan mengurangi cadangan wajib bank umum. Dengan demikian, jumlah uang beredar di masyarakat akan berkurang dan kenaikan harga-harga pun dapat ditekan.
2.        Kebijakan Tingkat Suku Bunga Diskonto atau Discount Rate Policy
Kebijakan tingkat suku bunga diskonto adalah tindakan Bank Sentral dengan mengubah tingkat suku bunga diskonto yang harus dibayar oleh bank umum atas dana pinjaman dari Bank Sentral. Kenaikan suku bunga diskonto akan menyebabkan naik suku bunga kredit kepada masyarakat. Sehingga kredit investasi yang diberikan akan turun. Turunnya kredit investasi berakibat pula pada menurunnya pendapatan nasional.
3.        Kebijakan Kredit Selektif
Kebijakan kredit selektif berkaitan dengan kebijakan bank umum dalam menyalurkan kredit kepada nasabah (masyarakat) dengan memperhatikan unsur character, collateral, capital, capacity, dan condition of economy.

2.      Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal menyangkut pengaturan pengeluaran pemerintah dan perpajakan yang secara langsung memengaruhi permintaan total dan memengaruhi harga. Inflasi dapat dicegah melalui penurunan permintaan total. Kebijakan fiskal seperti pengurangan pengeluaran pemerintah dan kenaikan pajak akan dapat mengurangi permintaan total, sehingga inflasi dapat ditekan. Kebijakan fiskal dapat ditempuh melalui tiga cara, yaitu sebagai berikut.
1.       Meningkatkan penerimaan pajak, dengan memberlakukan tingkat pajak yang tinggi bagi unit usaha yang tidak memproduksi kebutuhan pokok masyarakat atau dengan mengenakan jenis-jenis pajak baru.
2.       Mengurangi pengeluaran pemerintah, dengan jalan menunda atau menghapuskan pengeluaran yang bukan prioritas.
3.       Mengadakan pinjaman pemerintah, yaitu mengurangi pembayaran yang dilakukan pada masyarakat dan mengembalikannya di kemudian hari, misalnya dalam bentuk pensiun.

Ø   Kebijakan Pemerintah China Untuk Mengatasi Inflasi
China dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat. Tetapi ekspansi yang cepat ini menyebabkan tingkat inflasi yang tinggi diatas target bank sentral. Selain itu juga timbul kekhawatiran adanya formasi gelembung aset. Pemerintah China saat ini telah mencoba menahan laju inflasi dan lonjakan harga properti dengan memperketat pasar kredit. Bank sentral telah meningkatkan suku bunga acuan lima kali dalam beberapa tahun terakhir dan juga meningkatkan cadangan rasio bank, kemudian mengurangi jumlah uang yang bisa dipinjam. Analis mengatakan disaat kebijakan ini bisa mengurangi lonjakan harga, mereka menurunkan pertumbuhan.
Maka dari itu pemerintah China membuat kebijakan dengan meningkatkan tingkat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya tarik investasi dan pasar-pasar di China telah mendorong perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia berbondong-bondong menanamkan investasinya. China menerima investasi asing dalam jumlah amat besar, jauh melebihi investasi asing ke Negara-negara kawasan Asia-Pasifik lainnya (di luar Jepang).
Dalam pertumbuhan ekonomi di cina factor-faktor yang mempengaruhi anatara lain: Rendahnya Upah Buruh, Stabilitas Politik, Kebijakan Pendidikan, Kebijakan Pembangunan Infrastuktur, Semangat Wirausaha dan  Deng  Xiaoping  tokoh kunci keberhasilan pembangunan ekonomi China, setelah melakukan serangkaian reformasi  yang ditujukan untuk menyelesaikan situasi ekonomi China.

DAFTAR PUSTAKA :









http://www.voaindonesia.com/content/inflasi-china-meningkat-jadi-2-koma-3-persen/3228662.html


Sabtu, 16 April 2016

TUGAS 2 SOFT SKILL AKUNTANSI INTERNASIONAL

TUGAS 2 SOFT SKILL AKUNTANSI INTERNASIONAL

NAMA            : ADI NUROHMANDANA
NPM               : 20212182
KELAS           : 4EB23

Nike, Inc.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Untuk Dewi Nike dalam mitologi Yunani, lihat Nike (mitologi).
Nike, Inc.
Nike(c).svg
Industri/jasa
Didirikan
1972[1]
Pendiri
Kantor pusat
Tokoh penting
Produk
Pendapatan
▲ AS$ 16,325 miliar (2007)
▲ AS$ 2,199 miliar (2007)
▲ AS$ 1,491 miliar (2007)
▲ AS$ 10,688 miliar (2007)
▲ AS$ 7,025 miliar (2007)
Karyawan
30.200 (2008)
Slogan
Just Do It!
Situs web

Nike, Inc. adalah salah satu perusahaan sepatu, pakaian dan alat-alat olahraga Amerika Serikat yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Mereka terkenal karena mensponsori beberapa olahragawan terkenal di dunia seperti Tiger Woods, Ronaldo, Courtois, Hazard, Ronaldinho dan Wayne rooney
Daftar isi

Sejarah
Produk sepatu dan pakaian olahraga Nike dengan mudah diidentifikasi oleh khas logo perusahaan, para "swoosh" tik, dan slogan "Just Do It".
Berbasis dari nama dewi Yunani yang berarti kemenangan, Nike didirikan tahun 1964 ketika atlet sekaligus pengusaha Oregon bernama Phillip Knight, mengagas impor sepatu lari dari Jepang untuk bersaing dengan merek Jerman seperti Adidas dan Puma yang kemudian mendominasi pasar Amerika Serikat. Keuntungannya adalah bahwa sepatu Jepang lebih murah karena tenaga kerja lebih murah di Jepang.
Dia mulai menjual sepatu keliling dengan tujuan di stadion atletik, dimana penjualan secara pelan tapi pasti meningkat secara dramatis. Pada 1970-an, Knight dan perusahaan yang berkembang nya melihat awal revolusi jogging dan mulai mmasaran produk untuk pelari non-profesional juga. Ia lantas segera membuka pasar yang lebih luas dan mengubah image sepatu lari menjadi sepatu fashion dan menarik semua orang dari anak-anak sampai dewasa memakainya.
Pada 1979 Nike telah menguasai setengah pasar di AS dan dengan pendapatan mencapai US $ 149 juta. Pada pertengahan tahun 1980-an posisi perusahaan tampaknya tak tergoyahkan, namun secara mendadak muncul serangan dari pihak saingan yaitu Reebok. Tapi pada tahun 1990 Nike kembali memimpin perusahaan, terutama karena pengenalan dari sepatu “Air Jordan” yang didukung dan dipromosikan oleh bintang basket Michael Jordan.
Hari ini, Nike mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dalam sepatu olahraga, dan merupakan pemain penting dalam pakaian dan aksesoris olahraga. Majalah Fortune melaporkan penjualan sebesar US $ 3,7 miliar pada tahun 1994 dan laba US $ 299 juta (Fortune 1995).Sekitar 60 persen dari penjualan perusahaan di Amerika Serikat, sekitar 30 persen di Eropa dan 5 persen di Asia. (1993 Nike: 25).
Etos perusahaan Nike adalah melibatkan dedikasi yang kuat untuk olahraga dan kebugaran. Staf di kantor pusat perusahaan, Nike Kampus Dunia pada Beaverton, Oregon, diharapkan menghabiskan beberapa jam setiap hari di gym. Mereka dijelaskan oleh direktur Nike sebagai "athletic, outdoor, lets-do-it-together types.
Perusahaan ingin dilihat, dalam kata-kata yang OWII, sebagai "young, American and hi-tech, devoting a lot of attention to research and development".




Nike di Asia
Terlepas dari eksperimen singkat namun tidak berhasil dengan manufaktur di AS, sepatu Nike selalu dibuat di Asia, awalnya di Jepang, kemudian di Korea Selatan dan Taiwan, dan baru-baru ini di China dan Asia Tenggara.
Nike memulai produksi di Korea Selatan dan Taiwan pada tahun 1972, karena tertarik oleh tenaga kerja murah di sana, dan segera bergabung dengan perusahaan lain termasuk Adidas dan Reebok.
Tapi Nike kemudian memulai langkah lebih jauh. Alih-alih memiliki pabrik sendiri, mereka dikontrak produksi lokal di Korea dan Taiwan.
Sebagai perusahaan bos Nike Phil Knight mengatakan: "Tidak ada nilai pasti dalam membuat sesuatu hal. Nilai tersebut akan ditambahkan oleh penelitian yang cermat, dengan inovasi dan pemasaran" (Katz 1994). Produk Nike sekarang pada dasarnya mengikuti ide dari seorang desainer dan pemasar sepatu. Industri lantas dilakukan oleh pemasok Korea dan Taiwan. Sekali lagi, perusahaan lain mengikuti model ini.
Pada 1980-an Nike mencoba membuat produksi di Cina, dalam kemitraan dengan perusahaan milik negara, tapi hal ini malah mendatangkan bencana. Nike lantas memindahkan investasinya ke Taiwan. Nike lantas mengambil keuntungan dari ongkos tenaga kerja yang lebih murah di sana.
Pada akhir 1980-an dengan adanya pergolakan buruh di Korea Selatan, -peningkatan tingkat upah dan hilangnya kontrol dari tempat kerja oleh otoritas Korea - telah membuat negara tersebut menjadi kurang menarik bagi investor, baik asing maupun dalam negeri, yang mulai mencari lokasi lain yang lebih menyenangkan. Nike lantas memindahkan operasi mereka ke Thailand selatan dan Indonesia, dalam mencari tenaga kerja lebih murah dan tidak merepotkan. Upah di kedua negara tersebut disebut-sebut sebagai salah satu yang murah karena hanya memakai seperempat tarif dari yang dibayarkan di Korea Selatan. Beberapa asosiasi Nike yang bermarkas di Taiwan juga didirikan di Asia Tenggara.
Alasan lain untuk perpindahan ini adalah bahwa pada tahun 1988, baik Korea Selatan dan Taiwan kehilangan akses khusus untuk pasar AS, yang telah lama mereka nikmati sebagai status "negara berkembang" di bawah Sistem Preferensi Umum (GSP) AS. investor Korea dan Taiwan lantas bergerak ke pabrik di Thailand, Indonesia dan Cina dengan menggunakan pembuatan hak istimewa GSP dari negara-negara miskin.
Dari tujuh Nike pemasok atas sepatu olahraga pada tahun 1992, tiga adalah perusahaan Taiwan yang memproduksi produknya di Cina, tiga lainnya beroperasi di Korea Selatan, dan juga di Indonesia, satu adalah sebuah perusahaan di Thailand.

Nike di Indonesia
Nike telah beroperasi di Indonesia sejak 1988 dan hampir sepertiga dari sepatu yang ada sekarang merupakan produk dari sana. Dalam sebuah wawancara pers di November 1994, koordinator perusahaan Nike di Indonesia, Tony Band, mengatakan perusahaan yang digunakan di Indonesia berjumlah 11 kontraktor. Di antaranya merupakan bekas-bekas basis perusahaan asosiasi Nike di Korea Selatan dan Taiwan -yang juga pada saat yang sama menghasilkan untuk merek lain seperti Reebok, Adidas dan Puma.
Hubungan antara Nike dan kontraktor di Indonesia cukup dekat. Setiap personel Nike di setiap pabrik di Indonesia memeriksa kualitas dan pengerjaan yang memenuhi persyaratan ketat Nike.
Sebagian besar pabrik yang memproduksi untuk Nike berlokasi di daerah yang baru dikembangkan untuk industri ringan di Tangerang dan Serang, sebelah barat Jakarta. Pada pabrik yang dimiliki Korea (dan beberapa yang dimiliki Indonesia juga) manajemen puncaknya dipegang oleh orang Korea. manajer tingkat menengah dan supervisor juga dapat berasal dari Korea atau Indonesia. Tapi para pekerja produksi semua berasal dari Indonesia, terutama wanita muda dalam kelompok usia 16-22, biasanya pekerja tersebut berasal dari pulau Jawa.


Strategi dan Segmentasi Pasar

PROFIL PERUSAHAAN “NIKE”
I.1        SEJARAH BERDIRINYA PERUSAHAAN NIKE
Nike didirikan oleh Phil Knight, seorang pelari jarak menengah dan mahasiswa akuntansi di Universitas Oregon, bersama pelatih Bill Bowerman Phil. Cinta mereka pada olahraga membuat mereka selalu bersama, dan mereka juga memiliki cinta kepada teknologi sepatu olahraga dan pakaian. Pada tahun 1962 Knight berhasil menyelesaikan studi, dan melanjutkan untuk berkeliling dunia. Ketika di Jepang, Knight mulai mengimpor sepatu lari Jepang ke Amerika Serikat, hanya dengan investasi $ 500, dia mendapat 200 pasang sepatu untuk dijual di AS.
Lalu Phil bekerja untuk Onitsuka Tiger. Ketika bekerja untuk Onitsuka Tiger, dia berpikir bahwa akan mendapat lebih banyak keuntungan jika ia mulai memproduksi sepatu sendiri. Pada tahun 1971 seorang karyawan Jeff Johnson terpikir untuk memberi nama Nike (dewi Yunani: kemenangan) untuk perusahaannya. Phil Knight akhirnya memperoleh nama untuk perusahaan yang saat ini menjadi persuhaan besar, tetapi ia juga membutuhkan sebuah logo. Caroline Davidson, yang mengenal Phil ketika ia masih menjadi mahasiswa di University of Oregon. Dia diminta untuk merancang logo untuk Nike, yang terkenal di seluruh dunia dengan sebutan “The Swoosh”.
Pada Februari 1972, Blue Ribbon Sport (BRS) memperkenalkan merek pertama sepatu Nike, dengan nama Nike berasal dari dewi kemenangan Yunani. Pada tahun 1978, BRS Inc. itu sendiri secara resmi berganti nama menjadi Nike, Inc. Dimulai dengan Ilie Năstase, atlet profesional pertama untuk kontrak dengan BRS/Nike, sponsor dari atlet menjadi alat pemasaran utama bagi perusahaan yang berkembang pesat.
Sekarang mereka memiliki sepatu terbaik di saat itu, dan mereka perlu mempromosikannya, jadi Nike mulai mensponsori atlet. Nike memutuskan untuk mensponsori John Mc. Enroe, seorang petenis yang menghasilkan banyak perhatian ketika ia bermain karena dia akan terus-menerus menyumpah di depan wasit.
Pada 1979, Nike adalah sepatu lari paling populer di negara-negara bagian. Dan sekarang Nike mulai menjual lebih dari sepatu, mereka mulai menjual Nike pakaian dan peralatan olahraga bagi kebanyakan olahraga.
Ada satu hal yang mengganggu Nike, yaitu Reebok. Reebok akhirnya melampaui penjualan sepatu Nike, tapi Nike kembali dengan memasukkan sepatu khusus untuk setiap olahraga dan kegiatan.
Terobosan terbesar Nike adalah Michael Jordan, yang ditandatangani langsung dari University of North Carolina. Inilah yang membuat Nike menang dari kompetisi dengan Reebok. Meski Michael Jordan itu terkenal, ia bukan pilihan pertama Phil Knight. Nike sedang berusaha untuk mendapatkan Larry Bird dan Magic Johnson, 2 dari atlet yang paling populer pada saat itu.
Pada tahun 1980, Nike telah mencapai 50% pangsa pasar di Amerika Serikat pasar sepatu atletik, dan perusahaan go public pada bulan Desember tahun itu. Pertumbuhannya adalah karena sebagian besar untuk iklan 'word-of-foot' (mengutip sebuah iklan cetak Nike dari akhir 1970-an), daripada iklan televisi. Iklan televisi nasional pertama Nike berlangsung pada bulan Oktober 1982 selama siaran dari New York Marathon. Iklan diciptakan oleh biro iklan Wieden dan Kennedy, yang telah terbentuk beberapa bulan sebelumnya pada April 1982.
Bersama-sama, Nike dan Wieden & Kennedy telah menciptakan banyak iklan cetak dan televisi yangg tak terhapuskan dan terus menjadi agen utama Nike saat ini. Wieden lah yang menciptakan slogan terkenal "Just Do It" untuk kampanye iklan Nike tahun 1988, yang dipilih oleh Advertising Age sebagai salah satu top 5 slogan iklan di abad 20, dan kampanye itu telah diabadikan dalam Smithsonian Institution.
Pada tahun 1987 Nike merilis model pertamanya yaitu Air Max Line. Gelembung udaranya (Air Bubbles) dan kenyamanannya meyakinkan banyak orang untuk membeli sepasang Air Max Line.

I.2        KELEBIHAN PERUSAHAAN NIKE
Perusahaan paling kreatif
Siapa tidak kenal dengan logo bergambar ‘centang’ ataupun slogan ‘just do it’ yang melekat di hampir semua produk apparel maupun peralatan olahraga. Kepopuleran Nike dan keuntungan yang mengalir bagai mesin uang tentu tidak lepas dari kekuatan merk dagangnya.
Dalam dunia bisnis, merek dagang bisa dinyatakan sebagai salah satu bentuk monopoli bisnis. Tentunya hal ini pun harus didukung promosi dan iklan atas produk tersebut untuk pengenalan kepada konsumen. Tanpa disadari keberadaan merek dagang tersebut menjadi sangat penting dalam dunia bisnis tidak hanya bagi konsumen tetapi juga produsen.
Salah satu perusahaan yang berhasil melaksanakan iklan adalah Nike, karena Nke masuk pada merk sepuluh terbesar dunia. Nike menganggap iklan bukan menjual produk, tetapi menjual merek. Nike dalam merancang pesan dengan menggabungkan nama merk dan citra ke dalam struktur budaya olah raga dan menggunakan kekuatan emosionalnya.
Berdiri dengan nama Blue Ribbon Sport, merek Nike yang dibidani Phil Knight dan Bowerman ini, memulai bisnisnya hanya dengan modal US$ 1.000. Namun dengan ketekunan, kecakapan melihat peluang dan kegesitan sebagai pionir, Nike Inc yang mempunyai 500 pabrik dan 45 kantor di seluruh dunia, kini mampu meraup keuntungan US$ 16,325.90 juta hanya dalam setahun (Mei 2006-Mei 2007) atau laba bersih US$ 569,7 juta pada kuartal I 2007–2008. Hasil tersebut 51% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 377,2 juta.
Perusahaan Cerdas
Sebagai merek terbaik kategori olahraga versi Forbes 2007, Nike terus menunjukkan konsistensi kualitas dan peningkatan keunggulan komparatif dalam mempertahankan brand mengalahkan pesaing kuat lainnya seperti Adidas, Umbro dan Reebok. Misalkan dengan melakukan kerja sama dengan Michael Jordan, Christiano Ronaldo dan atlit paling populer versi Forbes 2007, Tiger Woods. Juga mensponsori klub Brasil dalam Piala Dunia 1998 dan pertandingan olahraga bergengsi seperti Olimpiade Beijing 2008 lalu.
Merek dagang juga merupakan salah satu cara pertama bagi pengusaha menembus rantai perdagangan. Tidak hanya itu, slogan dan logo yang simpel dan mudah diingat tentu membantu terjalinnya hubungan psikologis konsumen dengan merek dagang suatu produk. Ketika ikatan dan kepercayaan itu terjadi, itu merupakan keuntungan terbesar bagi produsen karena dengan sendirinya produknya akan laku dipasaran dengan lebih mudah.
Perusahaan Inovatif
Kini produk-produk Nike tidak hanya sepatu, namun juga merambah ke produk lain seperti seperti jaket, topi, jam tangan, serta produk olahraga lainnya. Baru-baru ini Nike juga memperkenalkan pengembangan iPod yang bisa dikombinasikan pada sepatu lari. Dalam sepatu dipasang chip yang mampu mengirimkan data ke iPod, yang salah satu fungsinya adalah untuk menghitung jumlah langkah.
Produk berkualitas dan berkelas menciptakan daya beli masyarakat yang tinggi. Nike yang berpredikat sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia diyakini berhasil menghipnotis masyarakat Indonesia dan dunia. Nilai merek Nike versi Forbes tahun 2007, mencapai US$ 5,5 miliar.
Produk kreatif dan inovatif memerlukan strategi pengembangan dan manajeman yang baik. Hal ini pula yang dilakukan pihak Nike agar selalu eksis dalam kancah dunia bisnis agar terus menghasilkan produk-produk yang berkualitas fenomenal seperti rencana Nike di tahun 2011 untuk menjadi perusahaan bebas karbon.
Di balik kesuksesan, intrik dan konflik selalu membayang, demikian juga dengan Nike inc seperti yang terjadi di China, Vietnam, Indonesia dan Meksiko. Nike dikritik karena berusaha menutupi kondisi kerja yang buruk serta eksploitasi buruh. Nike juga adalah perusahaan besar yang tidak memiliki pabrik. Karena mereka lebih senang untuk outsourcing kebutuhan-kebutuhan mereka terutama kepada sektor informal, ataupun perusahaan lainnya, sehingga mengefisienkan dan meminimalisir ongkos produksi.


PERUSAHAAN NIKE DALAM PASAR

II.1      NIKE’S SEGMENTATION (SEGMENTASI PERUSAHAAN NIKE)
Segmentasi Pasar Global (Keegan, 2007) adalah suatu proses membagi pasar dunia ke dalam kelompok pelanggan tertentu yang memiliki perilaku yang sama atau memiliki kebutuhan yang serupa.
Pasar yang menjadi segmen perusahaan Nike adalah penyuka olahraga (Segmentasi psikografis), dalam hal ini Nike menetapkan segmen pasar yang dilayani adalah pasar penyuka olahraga. Bisa diperhatikan pada saat perusahaan ini masih bernama Blue Ribbons Sports, produk utamanya ialah sepatu olahraga, kemudian perusahaan ini mengembangkan peralatan olah raga lainnya. Sampai hari ini Nike sangat terkenal sebagai produsen dan perancang sepatu olahraga. Berdasarkan penetapan segmen ini maka perusahaan Nike Inc jelas melakukan peta kompetisi serta menentukan posisi pasar perusahaan, misalnya fokus pada kompetisi sepatu olahraga antara para competitornya seperti Adidas, Reebok, dan Puma, dengan adanya kejelasan pada segementasi maka dapat menentukan komponen-komponen strategi yang dilakukan perusahaan. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan acuan dalam penentuan positioning.
Dilihat dari tingkatan segmentasi pasar yang dilakukan Nike Inc lebih pada niche marketing yaitu lebih fokus terhadap ceruk-ceruk pasar yang belum dilayani dengan baik. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi segmen yang sudah ada menjadi sub-segmen yang lebih kecil dalam hal ini Nike Inc fokus pada pasar penyuka olah raga, disebut niche marketing karena Nike berfokus pada ruang lingkup yang lebih kecil.
Menjadi perusahaan yang menguntungkan itu tidak cukup bagi perusahaan Nike. Perusahaan harus memperhitungkan untuk tumbuh, karena dalam pertumbuhan dapat mempertahankan keuntungan dalam jangka panjang.
Perusahaan – perusahaan mencoba berbagai cara untuk selalu tumbuh dengan mencari identitasnya melalui strategi penetapan segmentasi sebelum produk go public karena penentuan segmentasi memungkin perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen-segmen akan memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang akan dilayani. Selain itu segmentasi memungkin perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi pasar perusahaan.
Pergerakan segmen yang dilakukan oleh perusahaan sepatu "NIKE" diantaranya:
Bergerak kearah posisi yang disebelahnya
Kesuksesan Nike yang pertama adalah membuat sepatu lari yang hebat untuk para pelari yang serius. Kemudian beralih pada sepatu untuk bermain bola basket, tenis, dan sepakbola, selanjutnya Nike beralih lagi pada pembuatan sepatu aerobik.
Membuat posisi yang lebih mendetail
Nike akhirnya menyadari bahwa perusahaan dapat melakukan segmentasi lebih lanjut bagi pasar sepatu bola basket, sepatu untuk pemain-pemain yang agresif, bagi pemain-pemain yang memiliki lompatan tinggi, dan sebagainya.
Loncat pada posisi (kategori) baru.
Nike beralih pada penjualan pakaian yang digunakan oleh pemain-pemain dari berbagai jenis olah raga.
Berdasarkan penjelasan di atas bahwa saat ini perusahaan Nike sebagai market leader dari sepatu olahraga dan memperluas produknya pada penjualan baju olah raga. Tetapi saat ini Nike mempertimbangkan untuk menjual jasa-jasa olahraga seperti pengelolaan karier atlet serta langkah yang dilakukan oleh Reebok sebagai pesaing ketat Nike, melakukan resegmentasi pada keseluruhan pasar dengan memperkenalkan sepatu bergaya untuk pasar pemakai santai yang dapat dikenakan setiap hari tanpa melakukan kegiatan olahraga.

II.2      NIKE’S TARGETING ( TARGET PERUSAHAAN NIKE)
Menurut Keegan (2007) dalam penetapan sasaran adalah tindakan mengevaluasi dan membandingkan kelompok yang diidentifikasi dan kemudian memilih satu atau beberapa diantaranya sebagai calon dengan potensi paling besar.
Langkah yang dilakukan Nike, Inc. telah tepat yaitu produk sportwear dengan kampanye iklan yang luar biasa menjadikan Nike benar-benar sebagai sepatu olah raga yang berkualitas tinggi sehingga memberikan hasil terbaik terhadap penjualan, selain itu menciptakan nilai maksimum bagi konsumen.
Menurut Kotler, 2009, dalam menetapkan target market perusahaan dapat mempertimbangkan lima pola product specialization yaitu Single Segment Concentration, Selective Specialization, Product Specialization, Market Specialization dan Full Market Coverage.
Namun langkah yang dilakukan Nike adalah Single Segment Concentration maksudnya adalah perusahaan dapat memilih satu segmen saja. Perusahaan lebih bisa mencapai posisi yang kuat disatu segmen, dengan pengetahuan yang baik terhadap kebutuhan segmen sehingga bisa diperoleh keuntungan.
Dalam perumusannya Nike Inc telah konsisten dari awal akan membidik pasar penyuka olah raga dengan hasil yang maksimal menjadikan Nike sebagai produk sportware di seluruh dunia.
Target yang dilakukan oleh Nike, Inc. adalah produk sportwear, konsumen yang menyukai olah raga dengan gaya promosi mensponsori para atlet. Nike memutuskan untuk mensponsori John Mc.Enroe, seorang petenis yang menghasilkan banyak perhatian ketika ia bermain karena dia akan terus-menerus menyumpah di depan wasit kemudian terobosan terbesar Nike sebagai sponsor Michael Jordan sebagai atlet basket, yang ditandatangani langsung dari University of North Carolina. Inilah yang membuat Nike menang dari kompetisi dengan Reebok setalah berhasil menspronsori para atlet maka tahun 1979, Nike adalah sepatu lari paling populer di negara-negara bagian dengan ketepatan sponsor maka terget pasar Nike berhasil dan sekarang Nike mulai menjual lebih dari sepatu, mereka mulai menjual Nike pakaian dan peralatan olahraga. Nike mengakomodir semua orang yang ingin melakukan olahraga, seperti yang kita tahu orang – orang berumur 16 sampai dengan 40 ialah orang – orang yang aktif dan Nike membidik target di rentang umur ini. Berdasarkan perkembnagan di atas maka Nike telah mencapai 50% pangsa pasar di Amerika Serikat yaitu pada produk sepatu atletik.

II.3      NIKE’S POSITIONING (POSISI PERUSAHAAN NIKE)
Menurut Keegan (2007) meyatakan bahwa menentukan posisi pasar adalah suatu proses yang dipakai oleh perusahaan untuk menetapkan suatu citra di benak konsumen terhadap citra produk yang ditawarkan oleh pesaing.
Positioning yang berhasil akan menciptakan image yang baik terhadap produk Nike dalam pikiran konsumen. Kepercayaan akan kualitas dan nilai-nilai yang dimiliki maupun harga yang ditawarkan tidak lagi menjadi hal yang dipermasalahkan. Loyalitas dan persepsi positif akan keunggulan produk merupakan hasil dari strategi positioning yang berhasil.
Fokus pada spesifikasi atau image yang dibentuk dari pertama kali muncul, Nike memiliki image sebagai icon dari produk sepatu olahraga. Hal ini tetap dilakukan hingga sekarang, dan ini membentuk positioning produk Nike itu sendiri. Positioning berguna untuk membedakan tawaran yang diberikan produsen dengan membangun sejumlah keunggulan bersaing yang menarik perhatian dalam segmen tertentu. Tugas positioning terdiri dari tiga langkah, yaitu mengidentifikasi sejumlah keunggulan bersaing yang dapat dijadikan dasar untuk membangun posisi, memilih keunggulan bersaing yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk membangun posisi, memilih keunggulan bersaing yang tepat, dan memilih suatu strategi positioning produk secara menyeluruh. Perusahaan kemudian harus secara efektif mengkomunikasikan serta menyampaikan posisi yang dipilih kepada pasar.
Misi memberikan inspirasi dan inovasi pada atlit di dunia tetap dipegang oleh Nike hingga saat ini. Image yang terkandung dalam misi ini membuat Nike selalu menggunakan model iklan seorang atlit yang terkenal di dunia, seperti Michael Jordan, Tiger Woods, dan Andrew Agassi.
Berdasarkan penetapan positioning yang tepat menjadikan Nike sebagai market leader dan melakukan perluasan produk pada pakaian, jam tangan olahraga dan alat-alat olahraga.



KESIMPULAN

Nike berhasil dalam membentuk strategi Segementasi - Targeting - Positioning (STP) yaitu dengan pembentukan segmentasi berdasarkan psikografis, dalam hal ini Nike menetapkan segmen dan target pasar yang dilayani adalah penyuka olahraga, dengan melakukan sponsor para atlet terkenal menjadikan kejelasan identitas perusahaan Nike Inc. sebagai produk sportwear. Positioning yang terbentuk pun sangat jelas berdasarkan “image”sebagai produk sepatu olahraga, dengan positioning yang kuat menjadikan Nike bekerja sama dengan produsen alat olahraga dan berdampak baik bagi perusahaan sehingga sampai saat ini Nike tetap berada sebagai market leader untuk produk sportwear.
Langkah yang dilakukan Nike ketika “Reebok-misalnya”, sebagai pesaing kuat melakukan resegmentasi dengan mengeluarkan produk sepatu santai, maka Nike mengeluarkan produk sepatu sporty tetapi dengan desain lebih santai dan warna lebih banyak menjadikan identitas perusahaan Nike tetap sebagai produsen penghasil sepatu olahraga meskipun saat ini Nike melakukan kerjasama dengan ala-alat olah raga, tetapi STP yang terbentuk tetap pada kegiatan olahraga.

Referensi
^ 2007 Annual Report, p. 2 (PDF), Nike, Inc., diakses pada tanggal 7, Januari, 2007.
https://id.wikipedia.org/wiki/Nike,_Inc.